Merangin – Sungguh sangat memprihatikan melihat kondisi akses jalan yang berada di Desa Rantau Alai, Kecamatan Batang Mesumai, Kabupaten Merangin, Jambi, dimana kondisi jalan rusak parah, sehingga dikeluhkan bukan hanya oleh pengendara bermotor tetapi juga oleh warga desa.
Kondisi jalan yang alami rusak parah tersebut menurut warga desa disebut tanjakan bedeng Wahab, merupakan satu-satunya akses bagi masyarakat, sudah rusak parah lebih dari 3 (tiga) tahun dan belum ada perbaikan, sehingga banyak pengendara bermotor terjatuh.
“Sudah lebih 3 (tiga) tahun jalan ini rusak parah dengan kondisi tanah tergerus dan berlubang, sehingga banyak pengendara bermotor terjatuh,”tutur Juni Kurniadi (29) salah satu warga desa yang rumahnya lebih kurang 100 meter dari jalan tersebut
menyampaikan ke media ini, Minggu (15/5/2022).
Lebih lanjut, Juni Kurniadi yang pernah menjadi Ketua Karang Taruna Desa Rantau Alai menjelaskan bila hujan turun kondisi jalan yang merupakan tanjakan dan turunan lebih mengkhawatirkan bagi keselamatan pengendara bermotor yang melewatinya.
Dirinya juga menuturkan saat masih menjadi Ketua Karang Taruna sekira tahun 2021 pernah ikut rapat di Kantor Camat bersama warga lainya untuk membahas usulan perbaikan jalan, namun sampai bulan Mei 2022 juga belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.
“Saya berharap instansi terkait dan pemerintah segera melakukan berbaikan jalan yang rusak ini, agar pengendara bermotor aman saat melewatinya tidak ada rasa takut jatuh,”harapnya.
Kondisi jalan yang rusak tersebut juga dikeluhkan warga lainya dimana menurutnya selain mengancam keselamatan jiwa juga mempengaruhi aktivitas warga dalam mencari penghidupan sehari-hari terhambat dengan kondis insfratruktur jalan yang rusak mulai dari Desa Salam Buku.
“Tolong kepada pemerintah segera melakukan perbaikan jalan ini agar anak-anak sekolah dan warga aman serta selamat jiwanya saat melewatinya,”kata Rafik (24) pemuda desa Rantau Alai.
Pantauan media ini dilokasi jalan yang rusak sempat berpapasan dengan seorang ibu muda yang sedang menggendong bayinya, dirinya harus turun dari sepeda motor yang memboncengnya dan berjalan kaki demi keselamatan dirinya dan bayinya yang mengkhawatirkan terjatuh saat melewatinya.
“Daripada jatuh bang, saya lebih baik jalan kaki saja, kasihan anak ini masih bayi takut jatuh bila naik boncengan sepeda motor,”ujar Habazoh (19) warga desa Kaderesan Panjang.
Lanjut ia, jalan yang rusak parah juga dialami di desanya Kaderesan Panjang, Kecamatan Batang Mesumai sudah berlangsung lama lebih kurang 3 (tiga) tahun lamanya.
“Jalan yang rusak di desa-desa tolong segera diperbaiki biar aman dilewati,”harapnya. (gas).