Merangin – Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit semakin hari terus mengalami kemerosotan, sehingga petani khususnya di Kabupaten Merangin semakin menjerit.
Salah satu petani sawit H.Fauzi Yusuf menuturkan ke media ini, Jumat (24/6/2022) bahwa harga TBS sudah dibawah Rp.1.000/kg di Pabrik Kelapa Sawit (PKS)
” Harga TBS terus merosot di PT.Mega Sawindo per tanggal 23 Juni 2022 sebesar Rp 970/kg, sedangkan di AIP, hari ini Jumat (24/6) harga turun Rp 100 menjadi Rp 1.130/kg,”jelasnya
Fauzi Yusuf juga menuturkan untuk harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di pengepul atau tenggkulak lebih parah lagi yaitu berkisar Rp.700 sampai Rp.800/kg.
Keluhan petani sawit selain persoalan harga TBS yang terus merosot tajam juga persoalan harga pupuk yang semakin mahal dan susah dicari dipasaran sehingga mempengaruhi perekonomian para petani.
“Kami selaku petani sawit meminta agar pemerintah lebih cepat bertindak untuk mencari solusi agar petani tidak mengalami kerugian dengan makin hari makin turunnya harga TBS. Kalau lambat ditangani, maka akan berimbas kepada menurunnya penghasilan Petani, pekerja, pedagang, bahkan termasuk pedagang Kuliner,”keluhnya.
Lebih lanjut Fauzi Yusuf menjelaskan bahwa Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sudah banyak yang tutup dikarenakan tidak mampu lagi menampung TBS dari petani karena stok di tangki penyimpanan menumpuk sedangkan ekspor belum berjalan.
Terkait adanya keluhan dari para petani Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Merangin, Koprawi saat dimintai tanggapan menyampaikan Pemerintah Kabupaten Merangin melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan sudah menggelar audensi dan pertemuan dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi.
“Belum lama ini pemerintah Kabupaten Merangin yang dipimpin Pak Sekda beserta perwakilan dari Dinas Peternakan dan Perkebunan, Bagian SDA Setda Merangin, perwakilan para petani dan Apkasindo sudah menggelar audensi dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi untuk menyampaikan persoalan TBS,”terang Koprawi
Koprawi menuturkan persoalan yang disampaikan ke Dinas Perkebunan Provinsi Jambi pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, Dirjen Perkebunan dan Kementerian Perdagangan agar bisa membantu para petani untuk kembali menstabilkan harga TBS yang terus merosot.
“Selain persoalan harga TBS juga disampaikan terkait harga pupuk yang harganya jjuga ikut melambung naik sehingga berpengaruh kepada pendapatan dan kesejahteraan para petani dan pekerha,”imbuhnya. (tugas).