Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah peristiwa bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia sejak Minggu, (6/9) pukul 07.00 WIB sampai dengan Senin, (7/9) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan laporan perkembangan kondisi lapangan berikut penanganannya, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih mendominasi di sejumlah daerah.
Adapun yang pertama, peristiwa karhutla terjadi di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa tengah, pada Minggu (6/9). Kejadian ini berlangsung pada 14.20 WIB di kawasan Bukit Talang, Desa Talang, Kecamatan Bayat. Merespons kebakaran tersebut, tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten melakukan upaya pemadaman. Luas area terdampak seluas 2 hektare. Tidak ada laporan adanya korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Api berhasil dipadamkan petugas gabungan pada Minggu seore (6/9), pukul 16.30 WIB.
Selanjutnya, peristiwa yang sama terjadi di Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah, pada Minggu (6/9), pukul 15.30 WIB. Lokasi terdampak di Desa Bentak, Kecamatan Kalijambe. Lahan seluas 4 hektare terdampak kejadian tersebut. Api berhasil ditaklukkan pada hari itu juga setelah petugas BPBD, TNI, Polri dan relawan gabungan melakukan pemadaman api di lokasi terdampak.
Masih di Provinsi Jawa Tengah, karhutla juga terjadi di Kabupaten Banyumas pada Minggu (6/9). Titik api ditemukan di tiga desa yang berada pada tiga kecamatan. BPBD setempat mencatat insiden terjadi di Desa Gunung Wetan, Kecamatan Jatilawang, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon dan Desa Kalisube, Kecamatan Banyumas. Lahan seluas 6,05 hektare terdampak kejadian tersebut. Petugas gabungan dari BPBD, dinas pemadam kebakaran, TNI, Polri, aparat desa dan warga berhasil berhasil memadamkan api pada hari itu juga pada pukul 14.15 WIB.
Berikutnya, laporan karhutla yang diterima BNPB pada Minggu (6/9) terdeteksi di Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan. Karhutla terjadi di Kelurahan Padang Lambe, Kecamatan Wara Barat. BPBD setempat menyampaikan, api menyebar secara cepat akibat kondisi cuaca panas dan kering. Lahan seluas 4 hektare terbakar akibat peristiwa ini. Api berhasil dipadakan pada hari itu juga, Minggu (6/9).
Selain laporan yang baru diterima di atas, BNPB bersama pemerintah daerah masih terus melakukan pengendalian karhutla, khususnya di enam provinsi prioritas yaitu Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Terkait dengan ancaman karhutla di musim kemarau, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersinergi dalam pengendalian. Peran masyarakat dalam upaya pencegahan menjadi kunci dalam penanganan dampak yang lebih buruk karhutla. Pemadaman dini merupakan langkah efektif sebelum meluasnya kebakaran yang dapat dipengaruhi kondisi cuaca kering di musim kemarau. (tugas/iqbal).











