Photo : Kalapas Kelas II B Bangko Suroto, Coffee Morning dengan para wartawan
Merangin – Merebaknya kasus narkoba di Merangin berdampak kepada penuhnya ruang tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Bangko, Kabupaten Merangin.
Kondisi tersebut disampaikan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Bangko, Suroto, BcIP, SAP saat menggelar Coffe Morning dengan para wartawan diruang aula Pertemuan Lembaga Pemasyarakatan, Sabtu (14/9).
“Warga binaan kasus narkoba mendominasi menempati ruangan tahanan Lapas,” Jelas Suroto.
Menurut ia, untuk ruang tahanan sudah over kapasitas melebihi standar normal, dimana seharusnya diisi 150 orang karena keterbatasan ruangan diisi 349 orang.
Untuk menyikapi adanya over kapasitas instansinya membuat langkah-langkah diantaranya mengajukan usulan percepatan bebas bersyarat bagi napi yang memenuhi kriteria, melakukan pemindahan napi narkoba ke Lapas Narkoba Sabak.
“Agar tidak terjadi keributan sesama penghuni dan punya bekal setelah bebas kita lakukan pembinaan dengan banyak program selama menjalani hukuman,”ujarnya.
Program yang dilakukan diantaranya buat kerajinan seperti melukis, buat meja kursi dari bambu, buat batako, con block, kandang ayam, menjahit, mengelas, service AC, mengaji dan program lainnya.
“Untuk keterampilan las, service AC, dan Mesin kendaraan kita bekerjasama dengan BLK,”katanya.
Saat sesi dialog dengan wartawan, Suroto menjelaskan bahwa Lapas Kelas II B Bangko juga dihuni warga binaan anak-anak dan perempuan masing-masing berjumlah 6 orang.
Untuk warga binaan kasus Narkoba yang statusnya pemakai yang seharusnya menurut Undang-undang dilakukan rehabilitasi karena keterbatasan anggaran tidak bisa dilakukan sehingga berdampak over kapasitas penghuni.
“Keterbatasan anggaran bukan terjadi di Lapas Kelas II B Bangko saja, tetapi juga terjadi di Lembaga Pemasyarakatan lainnya,”terangnya.
Suroto juga menjelaskan Lembaga Pemasyarakatan yang over kapasitas, instansinya belum bisa membangun Lapas baru meskipun tanahnya sudah tersedia dari hibah Pemda Merangin, kerena keterbatasan anggaran.
“Terima kasih atas kehadirannya. Saya minta tolong kepada rekan-rekan media dapat membantu menyebar luaskan informasi hasil kerajinan penghuni Lapas agar ada yang mau membeli,”harapnya. (gas)












