Merangin – Dalam ikut mencegah terjadinya perkawinan pada anak yang jumlahnya terus bertambah, Aliansi Perempuan Merangin (APM) Propinsi Jambi menggelar kampanye, Minggu (8/12) bertempat kantor DPMPD Merangin.
Kampanye dalam rangka Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Tahun 2019. Kegiatan dihadiri seluruh anggota APM, unsur pemerintah, FKPAR dan FMS .
Ketua APM Aljimah dalam sambutannanya menyampaikan Indonesia menjadi salah satu dari 10 negara di dunia dengan praktik perkawinan anak tertinggi tepatnya pada posisi kedua di ASEAN setelah Kamboja.
Melihat kondisi tersebut sebuah ironi dibalik statusnya sebagai negara terkemuka dunia anggota G-20. Data BPS tahun 2014 juga mencatat 1,6% atau sebanyak 1.324.800 anak dikawinkan pada usia 10-17 tahun dan sebagian besar adalah anak perempuan.

“Meskipun data ini masih dipertanyakan karena sangat jauh melesat turun dari data 2010 yang mencapai angka 46,7%, anak-anak perempuan Indonesia masih ada dalam hitungan “juta” telah terhambat masa depannya,”jelasnya.
Bukan itu saja menurut ia, bahkan terputus dari akses untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Mereka terancam masuk dalam siklus kehidupan yang buruk dari aspek kesehatan, pendidikan, pekerjaan (kemiskinan), dan menjadi kelompok rentan terhadap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
“Undang-Undang RI No 16 Tahun 2019 tentang perubahan atas UU No.1 tahun 1974 tentang perkawinan merupakan sumber legitimasi utama karena didalamya mengatur batas usia anak perempuan yaitu dari usia 16 tahun menjadi 19 tahun bagi laki –laki dan perempuan sudah disyah oleh Negara,”ujarnya.
Aljimah kepada awak media menjelaskan Aliansi Perempuan Merangin (APM) sejak tahun 2010 bersama Komnas Perempuan dan para mitra di seluruh Indonesia setiap tahunya mengadakan perayaan kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dengan tema yang berbeda- beda setiap tahunnya di sesuaikan dengan konteks issu dan wilayah.
“Pada tahun 2019 ini, Aliansi Perempuan Merangin merayakan dengan berbagai rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rentang waktu 25 November – 10 Desember 2019,”ujarnya.
Aliansi Perempuan Merangin (APM) juga menggalang solidaritas untuk menangani secara bersama persoalan kesehatan seksual dan reproduksi (KSR) khususnya KSR perempuan dan mendorong pemerintah memenuhi HKSR perempuan. (gas).










