Merangin – Benar apa yang dikatakan orang bijak, hidup tidak selamanya indah dan juga tidak selamanya terpuruk ada pasang dan surut
Hal tersebut juga terjadi di kehidupan petani dimana saat ini harga komoditi Tandan Buah Segar (TBS) Sawit mengalami penurunan harga cukup tajam berbanding lurus dengan harga cabe merah dan rawit yang mengalami kenaikan cukup tajam.
Penurunan harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit menurut keterangan salah satu petani, Subadri (50) dari Tabir Timur yang juga sebagai anggota DPRD Merangin dari Fraksi Partai Nasdem menuturkan ke media ini, di pengepul/tengkulak dihargai Rp. 500/kg sedangkan di Pabrik Pengolahan Sawit (PKS) dihargai antara Rp 800 sampai Rp 1.200/kg.
“Harga TBS Sawit baik di pengepul dan pabrik semakin merosot tajam. Di Kecamatan Tabir Timur di pengepul/ tengkulak harga Rp 500/kg. Sedangkan di pabrik harga berbeda-beda antara Rp. 800 sampai Rp.1.200/kg,”jelas Subadri melalui sambungan telepon, Sabtu (9/7/2022).
Lanjut ia, kehidupan petani sawit semakin terpuruk, Selain semakin merosot harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit juga harga pupuk yang juga melambung mencapai Rp 1.000.000/karung.
“Supaya perekonomian petani tidak semakin terpuruk, kita minta segera ada tindakan nyata dari Pemda dan instansi terkait untuk melakukan tindakan nyata mencari jalan keluar agar kehidupan petani tidak semakin susah,”harap Subadri.
Keluhan yang sama juga disampaikan petani sawit yang tinggal di Kota Bangko Kabupaten Merangin, Arif menyampaikan bahwa harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit di pengepul hanya dihargai Rp 700/kg.
“Harga TBS semakin hari bukanya semakin baik. Tetapi semakin merosot tajam sehingga roda perekonomian semakin susah. Semoga Pemerintah dan instansi terkait segera bertindak mengingat kebutuhan hidup semakin tinggi untuk biaya anak-anak sekolah,”katanya.
Pantauan media ini, kondisi harga komoditi pertanian antara sawit terbalik dengan harga cabe merah dan rawit yang saat ini justru mengalami kenaikan cukup tajam.
Dimana harga cabe merah di Pasar Baru Bangko ditingkat pedagang sayur mayur dijual diatas Rp.100.000/kg dan harga cabe rawit Rp.80.000/kg.
“Harga cabe merah dan rawit terus naik. Kenaikan harga cabe karena pasokan berkurang sehingga sulit didapat,”jelas Iwan salah satu pedagang sayur mayur menerangkan ke media ini
Lanjut ia, selain cabe merah dan rawit yang naik cukup tinggi, bahan kebutuhan dapur lain yang juga ada kenaikan yaitu bawang merah Rp 55.000/kg. (tugas).












